Baca selengkapnya

Cincin Kawin Emas

https://bit.ly/2ZdKNmF



Cincin kawin emas ialah cincin sangat tradisional yang tersedia. Ketika cincin kawin lelaki kesatu kali menjadi populer sekitar Perang Dunia Kedua, emas ialah logam pilihan. Selama bertahun-tahun, logam lain sudah diperkenalkan ke pasar. Namun demikian, emas terus mempunyai kehadiran yang powerful sebagai logam pilihan guna cincin kawin.

Emas murni terlampau lemah untuk dipakai untuk kebutuhan perhiasan, sampai-sampai selalu dibaur dengan minimal satu logam ekstra untuk meyakinkan kekuatan dan daya tahan. Emas murni bakal menjadi 24 karat, tetapi banyak sekali cincin kawin lelaki emas ialah 14 karat atau 18 karat. Ketika suatu cincin ditandai sebagai 14 karat, tersebut berarti bahwa itu ialah sekitar 58,3 persen emas, sementara cincin 18 karat ialah 75 persen emas murni. Jelas, cincin emas 18 karat bakal lebih rentan terhadap keausan, sebab lebih tidak sedikit emas, dan dengan begitu lebih lemah dari emas 14 karat.

Beberapa pembeli cincin kawin lelaki emas barangkali lebih menyenangi nada perak daripada cincin mereka. Untuk mereka, emas putih ialah jawabannya. Emas putih hanyalah emas kuning yang sudah diperlakukan supaya terlihat putih (atau perak).

Untuk menciptakan emas kuning terlihat putih, unsur-unsur laksana nikel, paladium, atau perak ditambahkan. Walaupun nikel tersebut sendiri dapat menyerahkan penampilan emas putih yang baik, nikel tidak jarang kali mempunyai sifat alergen dan dapat mengakibatkan masalah kulit untuk siapa saja yang sensitif terhadap nikel. Emas yang dibaur dengan paladium dan perak seringkali tidak akan mengakibatkan alergi, dan mayoritas emas 18 karat hanya dibaur dengan dua logam ini.

Satu masalah dengan emas putih merupakan, sebab mempunyai sifat yang sama dengan emas kuning, ia bakal mulai tampak lebih kuning dari masa-masa ke waktu. Bahkan, tidak sedikit cincin emas putih mesti dilapisi pulang setelah sejumlah tahun guna mengembalikannya ke warna aslinya.

0 Reviews